Mulailah dari menulis dan membaca,,dari sana kau akan mencintai tulisan :))

Kamis, 21 April 2011

satu kata "PENAT"

Ketika telah ada seseorang yang mengisi hati dan hari ku
Aku senang,,aku bahagia,,
Aku merasa tak sendiri disini.
Aku merasa memiliki kawan untuk setiap rasa yg aku miliki
Untuk selalu membaginya tanpa harus merasa sungkan
Karna aku pikir dia memang seharusnya tau aku yang sebenarnya

Lalu sekarang,, aku memiliki kepenatan
Tentang keadaan yang saat ini tak dapat aku terima sepenuhnya
Keadaan yang mungkin membuatku merasa terbebani
Bahkan membuatku bosan
Dan aku belum bisa menggantinya atau mengikutinya

Bukan tentang seseorang yang ada di hatiku,,
Tapi tentang apa yang harus aku lakukan hari ini dan besok dan besoknya lagi
Untuk hal yang sampai saat ini tak bisa sejalan dengan pikiranku
Aku sudah,,bahkan selalu mencoba untuk menerimanya
Tapi tetap tak bisa

Kadang aku berpikir aku akan meninggalkannya
Dan menggantinya dengan keadaan yang aku inginkan
Tapi aku rasa aku tak bisa begitu sadja menyingkirkannya
Setelah semua yang aku dapat dari semua keadaan ini pun mengajarkan ku sesuatu

Tentang malam yang selalu berkawan sepi
Tentang pagi yang selalu meneteskan embun di setiap lembaran daun
Tentang siang dengan kekejaman mentari

Tentang malam yang akan terkalahkan pagi
Pagi yang akan berganti siang
Serta siang yang akan kembali pada malam


Begitu pula yang ku inginkan
Semua kepenatan ini akan menjemput sebuah ketenangan
Walau aku tak tau sampai kapan
Semoga seseorang itu akan terus menemaniku hingga semua kepenatanku ini pergi
Semoga....

7 komentar:

  1. "tentang malam yang selalu berkawan sepi"
    lagi-lagi kata ini muncul dalam nyata, bahkan disudut kesuntian bermimpi turut andil...

    sering kali ku rasakan penat itu, bahkan hampir setian jengkal jarum detik waktu penat itu muncul disini, didiriku yang terlena dengan mimpi. . .

    BalasHapus
  2. lalu bagaimana penat itu pergi??
    aq telah merasa bosan dengan penat ku....

    aku hanya ingin merasa lain...

    BalasHapus
  3. jangan diusir, jadikan penatmu sebagai bekal menyusun kata yang indah dalam maknanya...

    BalasHapus
  4. tapi sesekali aq ingin menulis tanpa kepenatan.... :(

    BalasHapus
  5. lakukanlah,,,kepenatan kan hanya sebagai pemicu munculnya rasa ingin menulis, dan jika keinginan itu sudah ada maka lakukanlah,,,
    pernah terjadi dalam seminar, sebelum memulai pemaparannya sang nara sumber berkata "siapa diantara kalian yang benar2 ingin menjadi seorang penulis??silahkan tunjuk jari"

    lalu dari beberapa peserta seminar itu mengacungkan jarinya dengan penuh semangat.
    dan nara sumber kembali berkata:
    "jika kalian benar2 ingin menjadi seorang penulis, kenapa kallian datang kesini??sekarang pulanglah, dan mulai lah menulis"
    lalu nara sumber itu mengucapkan salam dan keluar dari ruangan seminar...

    BalasHapus
  6. sama seperti buku yang ku baca.
    intina,,kalo kamu ingin menulis ea menulislah..
    jangan menunggu nanti apa lagi besokk :))

    BalasHapus
  7. hehe,,,,ya intinya begitu lah,,,

    BalasHapus